Demi waktu

9:03 PM Edit This 0 Comments »

Mario Teguh @ Golden Ways

Saudaraku,
Buah hati dari ibu mu yang sahabat ibu ku,
Yang telah khusuk mendoakan mu dan mendoakan ku,
Bahkan jauh sebelum hari kelahiran mu dan kelahiran ku,

Sadarilah bahwa,

Kehidupan ini sudah BESAR, engkau tidak akan bisa membesarkannya lagi.
Sehingga sebetulnya engkau tumbuh dari ukuran-ukuran KECILl mu untuk menjadi pribadi yang pantas bagi kehidupan yang BESAR.

Dan yang ini adalah pengertian yang bila kau kuasai, engkau akan menguasai kehidupan,
bahwa....

"WAKTU ADALAH KESEMPATAN YANG PASTI MENUMBUHKAN SESUATU".

Mungkin kalimat ku itu terlalu kecil dan sederhana jika kau bandingkan dengan pembiasan orang lain kepadamu untuk mendengar kalimat-kalimat besar yang panjang dan berbunga rampai, tetapi yang berbuah kecil-kecil dan sedikit.

Aku ulangi ya?

"WAKTU ADALAH KESEMPATAN YANG PASTI MENUMBUHKAN SESUATU".

Maka janganlah ada sedikit keraguan di hatimu, bahwa...

Demi waktu,

Jika engkau tidak berSIKAP, berPIKIRr, dan berLAKU yang menumbuhkan KEKUATAN, engkau pasti menumbuhkan KELEMAHAN. Dan yang diLEMAHkan adalah KEHIDUPANMU.

Rasa ENGGAN adalah KEKUATAN yang sangat besar, baik untuk mencapai KEBERHASILAN atau menyebabkan KEGAGALAN.

Maka ENGGANlah terlibat dalam hal-hal yang TIDAK mengHASILkan.
Dan berSEGERAlah dengan hal-hal yang mengHASILlkan, walau sekecil apapun.

Demi waktu,

Jika bukan KEBAIKAN yang mewarnai hati, pikiran, dan gerakan-gerakan tubuh mu, pasti KEBURUKAN yang tumbuh subur dalam hari-hari mu. Dan yang diBURUKkan adalah KEHIDUPANMU.

Maka berSEGERAlah menambahkan keBAIKan dalam setiap langkah keseharian mu, agar keAJAIBan yang menata perjalanan hidupmu memindahkan mu ke jalan-jalan menuju taman-taman keINDAHan hidupmu.

Demi waktu,

Jika bukan KASIH SAYANG dan KEINDAHAN yang menjadi warna hati, wajah, dan cara-cara mu, pasti BUKAN KASIH SAYANG dan KEINDAHAN yang kau lihat dan rasakan di dunia ini. Dan yang dikejamkan adalah KEHIDUPANMU.

Engkau adalah PENA yang menuliskan CERITA kehidupanmu sendiri.
Jika cerita yang kau pilih berisi kasih sayang dan keindahan, maka tangan yang menggunakan mu adalah tangan Tuhan.



Sahabat pengisi hatiku,
Yang menjadi tujuan dari semua kerja keras ku,

Khidmat aku berharap bahwa engkau tidak mengijinkan KERAGUAN mengganggu yang telah kau mengerti sebagai yang baik bagi mu. Karena jika engkau MERAGUKAN KEBAIKAN, engkau MEMASTIKAN KERAGUAN sebagai penghalang keMULIAan mu.

Perhatikanlah ini...

Jika engkau bersumpah, engkau memulainya dengan “Demi TUHAN …”

Dan karena Tuhan serius dalam niat-Nya untuk meMULIAkan mu, Dia memulai dengan “Demi MASA …”

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan pintu hatimu terbuka lebar dan me-RAKSASA-kan balai KEINDHAN yang menjadi ruang tertatanya semua kejadian dalam hidupmu.

Dengan pengertian ini, mudah-mudahan BIBIR mu BERGETAR dengan PUJIAN dan PUJAAN kepada Tuhan yang menjadi TUJUAN kehidupan mu, dan HATI mu berSUJUD dalam PENYERAHAN yang menyeluruh kepada Yang Maha Memelihara mu.

Engkau adalah KEKASIH Tuhan, dan tidak ada yang diinginkan-Nya kecuali meMULIAkan mu.

Maka, jika BESAR HARAPAN mu untuk menjadi PRIBADI yang berHARGA, HARGAilah waktu.

Dan tetapkanlah ini sebagai hukum bagi mu, bahwa…

HARGA mu hanya SEBANDING dengan PENGHARGAAN mu terhadap WAKTU.

<3>
* BERSUCI adalah separuh dari keImanan,

*Bacaan ‘ALHAMDULILLAAH’ akan memenuhi beratnya timbangan (di akhirat),

*Bacaan ‘SUBHANALLAAH WALHAMDULILLAAH’ akan memenuhi ruangan langit dan bumi,

*SHOLAT adalah NUUR,

*SHADAQAH itu merupakan BURHAN,

*SHABAR itu merupakan DHIYA' ,

*Dan Al QUR’AN itu merupakan HUJJAH yang akan menjadi saksi atasmu atau membelamu.

Setiap jiwa manusia melakukan AMAL untuk menJUAL dirinya, maka sebagian mereka ada yang memBEBASkannya (dari siksa Allah) dan sebagian lain ada yang menJERUMUSkannya (dalam siksa-Nya).”

(HR Muslim)


Makna Hadits di atas adalah:

# Bersuci Adalah Separuh Iman
Ulama berbeda pendapat tentang makna bersuci merupakan separuh iman. Dua pendapat yang paling masyhur adalah:

Bersuci diartikan dengan bersuci dari najis maknawi, yaitu dosa-dosa, baik dosa batin maupun dosa zhahir. Karena iman ada dua bentuk, yaitu MENINGGALKAN dan MELAKUKAN, maka tatkala sudah meninggalkan dosa-dosa bererti sudah memenuhi separuh iman.

Bersuci diartikan dengan bersuci dengan air. Bersuci dengan air ada dua macam, yaitu bersuci dari hadats kecil dan hadats besar. Bila bersuci diartikan dengan suci dari hadats kecil dan hadats besar maka yang dimaksud dengan iman adalah solat. Jadi bersuci itu separuh dari solat. Solat dikatakan sebagai iman karena merupakan pokok amalan iman.

# “Alhamdulillah” Memenuhi Timbangan. “Alhamdulillah” adalah pujian bagi Allah atas seluruh kesempurnaan-Nya. Allah terpuji dalam lima hal sebagai berikut :
1. Terpuji karena kesempurnaan rububiyah-Nya.
2. Terpuji karena kesempurnaan uluhiyah-Nya.
3. Terpuji karena kesempurnaan asma dan sifat-Nya.
4. Terpuji karena kesempurnaan takdir-Nya.
5. Terpuji karena kesempurnaan syariat-Nya.

“Alhamdulillah” memenuhi timbangan dapat diartikan dengan dua penafsiran yaitu : Amalan yang lainnya diletakkan dalam timbangan terlebih dahulu kemudian “alhamdulillah”, maka penuhlah timbangan.

# ”Alhamdulillah” sebagai pasangan dari “subhanallah”. Agama sempurna dengan dua hal, itsbat dan tanzih. “Alhamdulillah” merupakan itsbat dan “subhanallah” merupakan tanzih. Maka jika “subhanAlloh” diletakkan dalam timbangan kemudian baru “alhamdulillah” penuhlah timbangan dan dengan dua kalimat itu akan memenuhi ruangan langit dan bumi.

Dari Abu Hurairah r.a., katanya: "Rasulullah s.a.w. bersabda: "Ada dua kalimat yang ringan pada lisan -yakni mudah diucapkan, tetapi berat sekali dalam timbangan -di akhirat-, dicintai oleh Allah Maria Pengasih, yaitu Subhanallah wa bihamdih dan Subhanallahil 'azhim." Artinya: Maha Suci Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian padaNya dan Maha Suci Allah yang Maha Agung. (Muttafaq 'alaih)


# Solat Sebagai Nur, Sodaqoh Sebagai Burhan dan Sabar Sebagai Dhiya'
Nur adalah cahaya yang tidak memancarkan sinar.
Burhan adalah cahaya yang memancarkan sinar namun tidak menyengat.
Dhiya’ adalah cahaya yang memancarkan sinar yang menyengat, dan membakar.

Solat dikatakan sebagai nur karena di dalamnya terdapat ketenangan.
Sodaqoh dikatakan sebagai burhan, karena di dalamnya terdapat keberkatan.
Sabar dikatakan sebagai dhiya’ karena di dalamnya terdapat keberkatan yang sangat sangat besar.

(Sumber: Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi - Syaikh Shalih Alu Syaikh Hafizhohulloh - http://muslim.or.id/)

Apa itu Islam...??

12:21 AM Edit This 0 Comments »


Sahabat Hikmah…

Orang bilang ‘Tak kenal maka tak sayang…’
Maka dari itu marilah bersama kita mengenal lebih jauh tentang ISLAM

Di antara keistimewaan agama Islam adalah namanya.
Berbeda dengan agama lain, nama agama ini BUKAN berasal dari NAMA PENDIRINYA atau NAMA TEMPAT penyebarannya. Tapi, menunjukkan SIKAP dan SIFAT pemeluknya terhadap Allah.
Yang menamakan Islam juga bukan seseorang, bukan pula suatu masyarakat, tapi ALLAH Ta'ala, Pencipta alam semesta dan segala isinya. Jadi, Islam sudah dikenal sejak sebelum kedatangan Nabi Muhammad saw. dengan nama yang diberikan Allah.

“….Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu IBRAHIM. Dia (Allah) telah MENAMAI kamu sekalian orang-orang MUSLIM dari DAHULU, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi SAKSI atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi SAKSI atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong.” (QS Al Hajj : 78)


Islam berasal dari KATA bahasa ARAB:
SALIMA- YUSLIMU- ISTISLAAM (artinya, TUNDUK atau PATUH)
selain YASLAMU - SALAAM (yang berarti SELAMAT, SEJAHTERA atau DAMAI).

Menurut bahasa Arab, pecahan kata Islam mengandung pengertian:
=> ISLAMUL WAJH (ikhlas menyerahkan diri kepada Allah QS. 4:125)
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang (ASLAMA WAJHAHU) ‘IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA’ kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “


=> ISTISLAMA (tunduk secara total kepada Allah QS. 3:83),

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah (ASLAMA) ‘menyerahkan diri’ segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”


=>SALAAMAH atau SALIIM (suci dan bersih QS. 26:89),

“kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang (SALIIM) ‘bersih’.”


=>SALAAM (selamat sejahtera QS. 6:54),

“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah: " (SALAAMUN ALAIKUM) SELAMAT SEJAHTERA atas kalian. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barang siapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. “

=>SILM (tenang dan damai QS. 47:35).

"Janganlah kamu lemah dan minta (SILM)’ DAMAI’ padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu. "

Secara rinci Islam dapat kita artikan:

TUNDUK dan MENERIMA segala perintah dan larangan Allah yang terdapat dalam wahyu yang diturunkan Allah kepada para Nabi dan Rasul yang terhimpun di dalam Alquran dan Sunnah.

Manusia yang menerima ajaran Islam disebut MUSLIM.
Seorang muslim mengikuti ajaran Islam secara total dan perbuatannya membawa PERDAMAIAN dan KESELAMATAN bagi manusia.
Dia terikat untuk MENGIMANI, MENGHAYATI, dan MENGAMALKAN Alquran dan Sunnah.

Kalimatul Islam (kata Al-Islam) me-ngandung pengertian dan prinsip-prinsip
yang dapat didefinisikan secara terpisah.

Dan, bila dipahami secara menyeluruh merupakan pengertian yang utuh.

1. Islam adalah KETUNDUKAN

Allah menciptakan alam semesta, kemudian menetapkan manusia sebagai
hambaNya yang paling besar perannya di muka bumi. Manusia berinteraksi
dengan sesamanya, dengan alam semesta di sekitarnya, kemudian berusaha
mencari jalan untuk kembali kepada Penciptanya. Tatkala salah berinteraksi
dengan Allah, kebanyakan manusia beranggapan alam sebagai Tuhannya sehingga
mereka menyembah sesuatu dari alam. Ada yang menduga-duga sehingga banyak
di antara mereka yang tersesat. Ajaran yang benar adalah ikhlas berserah
diri kepada Pencipta alam yang kepadaNya alam tunduk patuh berserah diri.

“Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang (ASLAMA WAJHAHU) ‘IKHLAS MENYERAHKAN DIRINYA’ kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya. “ (QS. 4:125)

Maka, Islam identik dengan KETUNDUKAN kepada sunnatullah yang
terdapat di alam semesta (tidak tertulis) maupun Kitabullah yang tertulis
(Alquran).

2. Islam adalah WAHYU Allah

Dengan kasih sayangnya, Allah menurunkan Ad-Dien (aturan hidup) kepada
manusia. Tujuanya agar manusia hidup teratur dan menemukan jalan yang benar
menuju Tuhannya. Aturan itu meliputi seluruh bidang kehidupan: politik,
hukum, sosial, budaya, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia akan
tenteram dan damai, hidup rukun dan bahagia dengan sesamanya dalam naungan
ridha Tuhannya. (QS. Al-Baqarah: 38) Karena kebijaksanaanNya, Allah tidak
menurunkan banyak agama. Dia hanya menurunkan Islam. Agama selain Islam
tidak diakui di sisi Allah dan akan merugikan penganutnya di akhirat nanti.
Sebagaimana firman Allah,
"Sesungguhnya Ad-Dien (agama) yang diridhai di sisi Allah hanyalah Islam." (QS. 3:19)

Sebab, Islam merupakan satu-satunya agama yang bersandar kepada wahyu Allah
secara murni. Artinya, seluruh sumber nilai dari nilai agama ini adalah
wahyu yang Allah turunkan kepada para RasulNya terdahulu. Dengan kata lain,
setiap Nabi adalah muslim dan mengajak kepada ajaran Islam. Ada pun
agama-agama yang lain seperti Yahudi dan Nasrani adalah penyimpangan dari
ajaran wahyu yang dibawa oleh para nabi tersebut.

3. Islam adalah AGAMA Para Nabi dan Rasul

Perhatikan kesaksian Alquran bahwa Nabi Ibrahim adalah muslim, bukan Yahudi
atau pun Nasrani. (QS. 2:132)
"Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya`qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam (Muslim)".

Nabi-nabi lain pun mendakwahkan ajaran Islam kepada manusia. Mereka
mengajarkan agama sebagaimana yang dibawa Nabi Muhammad saw. Hanya saja,
dari segi syariat (hukum dan aturan) belum selengkap yang diajarkan Nabi
Muhammad saw. Tetapi, ajaran prinsip-prinsip keimanan dan akhlaknya sama.
Nabi Muhammad saw. datang menyempurnakan ajaran para Rasul, menghapus
syariat yang tidak sesuai dan menggantinya dengan syariat yang baru. (QS.3: 84)
" Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami (muslim)menyerahkan diri."

Menurut pandangan Alquran, agama Nasrani yang ada sekarang ini adalah
penyimpangan dari ajaran Islam yang dibawa Nabi Isa a.s. Nama agama ini
sesuai nama suku yang mengembangkannya. Isinya jauh dari Kitab Injil yang
diajarkan Isa a.s.. Agama Yahudi pun telah menyimpang dari ajaran Islam
yang dibawa Nabi Musa a.s.. Diberi nama dengan nama salah satu Suku Bani
Israil, Yahuda. Kitab Suci Taurat mereka campur aduk dengan pemikiran para
pendeta dan ajarannya ditinggalkan.

4. Islam adalah HUKUM-HUKUM Allah di dalam Alquran dan Sunnah

Orang yang ingin melihat Islam hendaknya melihat Kitabullah Alquran dan
Sunnah Rasulullah. Keduanya, menjadi sumber nilai dan sumber hukum ajaran
Islam. Islam tidak dapat dilihat pada perilaku penganut-penganutnya,
kecuali pada pribadi Rasulullah saw. dan para sahabat beliau. Nabi Muhammad
saw. bersifat ma'shum (terpelihara dari kesalahan) dalam mengamalkan Islam.
Beliau membangun masyarakat Islam yang terdiri dari para sahabat Nabi
Muhammad saw yang langsung terkontrol perilakunya oleh Allah dan RasulNya.
Jadi, para sahabat Nabi tidaklah ma'shum bagaimana Nabi, tapi mereka
istimewa karena merupakan pribadi-pribadi didikan langsung Nabi Muhammad
saw. Islam adalah akidah dan ibadah, tanah air dan penduduk, ruhani dan
amal, Alquran dan pedang sebagaimana telah dibuktikan dalam hidup Nabi,
para sahabat, dan para pengikut mereka yang setia sepanjang zaman.

5. Islam adalah JALAN Allah Yang LURUS

Islam merupakan satu-satunya pedoman hidup bagi seorang muslim. Baginya,
tidak ada agama lain yang benar selain Islam. Karena ini merupakan jalan
Allah yang lurus yang diberikan kepada orang-orang yang diberi nikmat oleh
Allah. (QS. 6:153)
"..Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.


6. Islam Pembawa KESELAMATAN Dunia dan Akhirat

Sebagaimana sifatnya yang bermakna selamat sejahtera, Islam menyelamatkan
hidup manusia di dunia dan di akhirat.
Keselamatan dunia adalah kebersihan hati dari noda syirik dan kerusakan
jiwa. Sedangkan keselamatan akhirat adalah masuk surga yang disebut Daarus
Salaam.

Allah menyeru (manusia) ke Daarus Salaam (surga), dan menunjuki orang yang
dikehendakiNya kepada jalan yang lurus (Islam). (QS. 10:25)

Dengan enam prinsip di atas kita dapat memahami kemuliaan dan keagungan
ajaran agama Allah ini.

Nabi Muhammad saw. bersabda, "Islam itu tinggi dan tidak ada kerendahan di dalamnya."
Sebagai ajaran, Islam tidak terkalahkan oleh agama lain.

"Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci." (QS 61:9)

Maka, setiap muslim wajib meyakini kelebihan Islam dari agama lain atau ajaran hidup yang lain.
Allah sendiri memberi jaminan.

"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu." (QS.5:3)

Oleh : Aus Hidayat Nur


******************************************************
SUKA dengan TULISAN di atas ? TULISKAN KOMENTARmu Sahabat!!
SILAHKAN DISHARE ke sahabat2 lainnya dengan menekan tombol "share/Bagikan"

MOHON Bantuannya tuk ajak rekan2 lainnya gabung pada komunitas "KATA-KATA HIKMAH" ini, dan GRUP "KATA-KATA HIKMAH #6 (http://www.facebook.com/group.php?gid=132193390144655) untuk mendapat kiriman langsung ke inbox, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....
******************************************************

Jujurlah

11:48 PM Edit This 0 Comments »
KeJUJURan itu adalah suatu keharusan.
Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam menegaskan, “Berlaku JUJURlah, karena sesungguhnya keJUJURan itu menuntun kepada kebaikan, dan sesungguhnya keJUJURan itu menuntun ke SURGA. Dan jauhilah DUSTA, karena dusta itu menyeret kepada DOSA dan keMUNGKARan, dan sesungguhnya dosa itu menuntun ke NERAKA.” (HR Bukhari).

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang JUJUR.” (At-Taubah: 119)

“Jikalau mereka JUJUR (imannya) kepada Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” (Muhammad: 21)


Dan Allah subhanahu wata’ala juga berfirman di akhir surat Al-Ma’idah:

“Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang JUJUR atas keJUJURan mereka, bagi mereka surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.” (Al-Ma’idah: 119)

Inilah keadaan orang-orang yang JUJUR,

Orang-orang yang JUJUR kepada Allah dalam menunaikan kewajiban yang dibebankan dan orang-orang yang JUJUR meninggalkan sesuatu yang dilarang oleh-Nya,

JUJUR dalam kesungguhannya untuk berbuat kebajikan dan bersegeranya dalam mengerjakan kebajikan tersebut,

Dan JUJUR bersama dengan teman dekatnya, dalam beramar ma’ruf nahi munkar, dan saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran

Allah subhanahu wata’ala berfirman:

“Dan adalah orang-orang yang beriman baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan sebagian mereka adalah pelindung bagi sebagian yang lain, mereka memerintahkan kepada yang ma’ruf dan mencegah yang mungkar dan menegakkan shalat dan menunaikan zakat, dan menaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan mendapatkan rahmat dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (At-Taubah: 71)


JUJUR bahwa sesungguhnya kita berada di negeri yang menipu, penuh dengan fitnah (ujian), syahwat, dan godaan. Negeri yang mengajak manusia untuk mengerjakan sesuatu yang diharamkan Allah,

“Dan tidaklah dunia itu kecuali hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185)

JUJUR untuk berhati-hati selama masih hidup di dunia ini, untuk tetap bersama dengan orang-orang yang baik dan menjauhi teman bergaul yang jelek.

JUJUR dengan takut akan ringannya timbangan amalan, takut akan diberikannya catatan amalan dari arah kiri, karena sesungguhnya itu semua adalah musibah yang besar,

JUJUR untuk bersemangat menjalani amalan yang bisa mengantarkan kepada kebahagiaan dan keberhasilan, yang bisa memberatkan timbangan amalan dan diberikannya catatan amalan dari arah kanan, sehingga menjadi orang yang sukses dan berhasil.

JUJUR untuk bersungguh-sungguh berjihad melawan hawa nafsu, tidak enggan, bersabar dalam menjalankan ketaatan kepada Rabb, menjauhi segala bentuk maksiat kepada-Nya, dan tidak menyia-nyiakan waktu hidup di dunia.

JUJUR bahwa tanpa kesungguhan dan usaha keras tidak akan mendapat surga, bahkan akan terjerumus ke dalam kebinasaan.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Seluruh ummatku akan masuk surga kecuali orang-orang yang enggan. Maka dikatakan kepada beliau: Wahai Rasulullah siapa orang-orang yang enggan itu? Beliau bersabda: Barangsiapa yang taat kepadaku, maka dia akan masuk surga dan barangsiapa yang bermaksiat kepadaku, maka sungguh dia telah enggan.” (HR Bukhari)


Dan Allah subhanahu wata’ala juga berfirman:

“Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad (bersungguh-sungguh) di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.” (Ali Imran : 142)

“Dan benar-benar Kami akan menguji kalian sampai Kami tahu siapa yang benar-benar berjihad (bersungguh-sungguh) dan sabar di antara kalian dan akan Kami kabarkan keadaan kalian.” (Muhammad: 31).

“Barangsiapa bersungguh-sungguh maka sesungguhya dia telah bersungguh-sungguh untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah tidak membutuhkan sesuatupun dari alam semesta ini.” (Al-’Ankabut: 6)

JUJUR bahwa Allah hanya akan bersama dan menolong orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam beragama.

“Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh dalam ketaatan kepada Kami, maka sungguh-sungguh akan Kami tunjukkan jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah bersama-sama orang yang berbuat baik.” (Al-’Ankabut: 69).



JANGAN ADA DUSTA...

Dan menDUSTAkan itu semua... akan menyesatkan, merendahkan diri dan berakhir dengan kebinasaan.

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kamiberikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab),kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda) maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing jika kamu menghalaunya diulurkan lidahnya dan jika kamu membiarkannya dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang menDUSTAkan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang menDUSTAkan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat zalim.

Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi." (Al A'raf : 175-178)

“Sesungguhnya orang-orang yang menDUSTAkan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan pintu-pintu langit (ampunan) dan mereka tidak (pula) masuk surga, hingga unta masuk ke lobang jarum (hal yg tidak mungkin). Demikianlah Kami membalas orang-orang yang berbuat kejahatan.” (Qs. al-A’raaf [7]:40).

Wallahu a'lam bishowab.

Hanya Tuhan yg Tahu…

11:42 PM Edit This 0 Comments »
Duhai kekasihku...
ketahuilah diri ini mencintaimu..mengasihimu..
Entah bila..
Bukan bermula dgn mata,bukan bermula dgn kata..
Tapi segalanya tika mulaku percaya..
Jodoh di tanganNya...,
Maka saat itu kau wujud di duniaku..,
Dunia impianku..,


Duhai rinduku..,
Setiap kali air mataku krn cinta..
Atau kala ku mencemburui pasangan yg sedang bercinta..
Kau hadir,
Kau berbisik..."duhai bakal isteriku..pertemuan masih bukan milik kita"
Saat itu aku tersenyum gembira..
Terubat luka..
Kukuh di jiwaku..kau jodohku..

Sayang..
Tidak ku impikanmu kekacakan....
Keranaku bkn rupawan...
Dan bkn ku pinta hartawan...
Cukup dgn harga dirimu..
Dan maruah agama yg kau bentangi ia..

Duhai bakal suamiku...
Jika kau impikan ku bidadari.... lupakanlah
Jika kau impikan ku semulia Khadijah.....
Sehebat Aisyah... Sesuci Fatimah...
Maafkan daku...
Aku cacat segalanya...
Anggota, amalan, dan akhlak...
Cuma satu hadiahku untukmu...
Iaitu sekeping hati ini..
Minta kau isi dgn cinta Ilahi...

Cintaku..
Kerana cemburumu..aku jadi pingitan...
Kerana cintamu..aku selalu terbang dlm khayalan..
Pelikkah cinta kita??
Rasa hati ini sedang bercanda..entah dgn siapa..
Maafkan daku krn ku ukirkan kata-kata ini di sini..
Kerana ku tahu...semua insan tahu..
Cinta tidak semestinya bermula dgn pandangan...
Tak mesti mesra dgn bualan....

Padamu ku berserah

11:28 PM Edit This 0 Comments »
Engkau mendengar luahanku,
ketika ku sedih.
Engkau memberi rahmat-Mu,
ketika ku gembira.
Engkau kurniakan hidayah-Mu,
ketika ku lalai.
Engkau mengampuniku,
ketika ku sujud..
bertaubat pada-Mu.

Ya Allah...aku cinta pada-Mu
Kuatkan hati ini dengan cinta,
Jernihkan jiwa ini dengan kerinduan,
Zahirkan perbuatan ini dengan ketaatan,
Bentengkan nafsu ini pada ketakutan..
pada Mu, ya Ilahi.
Teguhkanlah iman ku,
Bimbinglah ilmu ku,
Mudahkan lah urusanku..
dalam menghadapi ujian-Mu,ya Allah.
Tiada daya upaya melainkan
dengan izin-Mu
Bukakanlah hijab yang menghalangi,
dalam mengenali..makrifah pada Mu, ya Allah.

Agar diri ini..
mencapai derajat taqwa,
cinta dari Mu..
Oleh Mu,diri mendengar..
Oleh Mu,diri melihat..
Oleh Mu,diri bicara..
Oleh Mu,diri marah..
Oleh Mu,diri melangkah..
Supaya wajah ini dapat menghadap..
Wajah redha Mu..
Tuhan bagi segala keindahan.
Segala puji bagi-Mu,ya Allah.
Harumkan lah cinta ini mewangi,
di sepanjang kehidupan fana ku.
Aku rindu..aku mengharap..
pertemuan dengan Mu,
..bersama dengan keredhaan Mu

Salam ukhwah...

11:24 PM Edit This 1 Comment »
Bru nak menampak dlm blog...(^_^)